Pages

My Slide

Cover Photos Slideshow: Ju’s trip from Medan, Sumatra, Indonesia to Pekanbaru was created by TripAdvisor. See another Pekanbaru slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Kamis, 12 Juni 2014

Cara Mudah Meresensi Buku

Oleh: Jumardi

Pendahuluan
      “Jika menurut kamu menulis itu susah, maka menulis saja resensi”
Kalimat di atas sebagai pembuka pembahasan tentang resensi ini. Ya, begitulah resensi, ia sebagai tangga pertama bagi penulis mula berlatih menulis. Mungkin untuk menulis artikel, cerpen, puisi, dan yang lainnya, sulit bagi penulis mula, maka menulis saja resensi. Mengapa begitu? Karena menulis resensi tidak perlu lagi mencari ide, ide sudah tersedia di dalam buku atau film yang akan di resensi. Kita tinggal mengambilnya untuk dijadikan tulisan. Apakah itu untuk dijadikan pembuka kalimat, isi, atau sebagai penutup tulisan kita. Bagaimana mengolahnya?
Memahami inti resensi
     Resensi adalah memberikan penilaian, mengungkapkan kembali, memberikan ulasan, membahas, mengkritik ataupun meringkas. Di dalam prakteknya, khususnya di media massa, resensi lebih banyak dimanfaatkan sebagai suatu cara memperkenalkan atau mempromosikan karya-karya terbaru (buku, film, dll) dari penerbit atau produser kepada masyarakat umum melalui media cetak dan online. Adapun penulisannya sama dengan menulis artikel.
     Khusus resensi buku, di beberapa Koran atau majalah, sering diganti dengan penyebutan lain, yang intinya tetap sama, seperti: apresiasi buku, info buku, bedah buku, tinjauan buku, timbangan buku, rehal, maktabah, sorotan buku, ulasan buku, berita buku dan sebagainya.
   Dengan demikian sebelum meresensi, hendaknya peresensi memahami dulu tujuan resensi itu sendiri. Tujuan dari kehadiran rubrik resensi pada media lebih lanjut ialah:
1.  Memberikan informasi atau pemahaman yang komprehensif tentang apa yang tampak dan terungkap dalam sebuah buku.
2. Mengajak pembaca untuk memikirkan, merenungkan, dan mendiskusikan lebih jauh fenomena atau masalah yang muncul dalam sebuah buku.
3. Memberikan pertimbangan kepada pembaca, apakah sebuah buku pantas mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak.
4. Menjawab pertanyaan yang muncul jika seseorang melihat buku yang baru terbit, seperti: siapa pengarangnya? Mengapa ia menulis buku itu? Apa pernyataannya? Bagaimana hubungannya dengan buku-buku sejenis yang ditulis penulis lain? Dan sebagainya.
5.  Agar para pembaca memperoleh bimbingan dalam menilai buku-buku.
6. Agar setelah membaca resensi, pembaca berniat membaca atau mencocokkan seperti apa yang telah ditulis dalam resensi.
7. Bagi yang tidak ada waktu membaca buku, ia dapat mengandalkan resensi buku untuk memperoleh informasi.
Keuntungan menulis resensi
      Seorang peresensi ketika merensi buku akan mendapatkan keuntungan ganda. Di samping akan mendapatkan honor dari surat kabar, ia juga akan memperoleh honor dari penerbit buku, setelah ia menyerahkan kliping resensiannya yang dimuat di media massa.
Tidak hanya itu, ia juga dapat memperoleh buku baru secara gratis yang diberikan penerbit buku untuk diresensi kembali. Kedudukan peresensi adalah mitra penerbit buku dan penerbit surat kabar. Ia memberikan jasa bagi surat kabar dan juga memberikan kesempatan iklan gratis bagi penerbit buku.
Tipologi resensi
       Ada beberapa tipe resensi buku, yang semuanya bertujuan menginformasikan isi buku. Tipologi resensi tersebut ialah:
1.  Meringkas. Yaitu meringkas banyaknya persoalan yang dibahas di dalam buku menjadi sebuah uraian yang padat dan jelas.
2.  Menjabarkan. Yaitu menjabarkan keterangan dalam buku yang dianggap sulit oleh orang awam.
3. Menganalisis. Yaitu memberikan analisa teradap isi buku. Mulai dari metode penulisannya, cara pemaparannya, maupun materi atau isinya.
4. Membandingkan. Buku yang terbit belakangan dapat dibandingkan, baik dalam hal materi, penampilan data, cara pemaparan,  tehnik penulisan, dan sebagainya. Di samping ia juga menyebutkan kekurangan kelebihan buku tersebut dibandingkan buku-buku yang lainnya. Dengan demikian akan terlihat jelas kualitas masing-masing buku tersebut.
5.  Memberikan penekanan. Buku-buku bunga rampai, antologi, atau kumpulan tulisan dapat diresensi dengan tipe ini. Peresensi dalam hal ini harus mengambil benang merahnya yang kemudian memberikan penekanan terhadap benang merah tersebut dalam tulisan.
Teknik  menangkap inti buku
      Prinsip meresensi buku adalah menemukan tema pokok buku. Teknisnya dengan cara member uraian dalam bentuk ringkasan,  ulasan, atau kajian dari setiap persoalan yang berkaitan erat dengan tema.
       Sebelum meresensi yang harus dilakukan adalah memahami buku dengan membacanya, dengan pembacaan sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa cara yang efektif, yaitu membaca hal-hal mendasar dari buku, seperti kata pengantar dan pendahuluan, daftar isi, ringkasan buku yang biasa terdapat di cover belakang buku, hal-hal yang dianggap penting dan mencatatnya. Yang kemudian dirumuskan dalam suatu alur penulisan yang baik.
Bagaimana berlatih menulis resensi buku?
     Untuk memulai berlatih, seseorang terlebih dahulu dapat melatih pandangannya, melatih pengorganisasian pikirannya, serta melatih pula perasaan dan kepekaannya. Caranya? Ambil buku ukuran tipis, beserta sebuah pensil. Lalu baca buku itu dengan seksama. Sambil membaca, gunakan pensil itu untuk member tanda pada pokok-pokok pikiran yang penting. Setelah selesai membaca, cobalah membaca ulang pokok-pokok pikiran dari buku itu melalui bagian-bagian yang sudah diberi tanda.
       Sampai di sana, mulailah belajar menilai, dengan member penjelasan dari pertanyaan-pertanyaan seperti berikut: Apakah yang dibicarakan dalam buku itu? Apa maksud penulisnya? Sejauhmanakah ia berhasil mencapai tujuannya? Apakah tulisannya mudah dipahami? Apakah bahasanya lancer dan enak untuk dibaca? Apakah masalah yang dibahas berharga bagi umum atau hanya untuk kelompok khusus saja? Apakah cara penyajiannya menarik? Apakah penulisnya memang kompeten di bidang yang ditulisnya? Apakah tulisannya dibuat dengan riset yang memadai? Apakah gagasan yang ditulisnya baru? Semua pertanyaan ini coba kamu jawab, lalu kamu ramu dalam bentuk tulisan yang dikemas secara popular. Jika hal itu dilakukan, berarti kamu telah melakukan pengulasan, peninjauan, dan pembuatan sebuah resensi, dimana kamu menilai, menimbang, dan mengevaluasinya.
      Sebuah resensi buku, minimal harus selesai melakukan pertimbangan atas buku yang dibaca, dengan menunjukkan alinea mana yang dianggap utama atau dianggap lemah. Penilaian yang diberikan berdasarkan pertimbangan yang rasional, bersifat objektif dan bukannya berdasarkan oleh rasa suka atau tidak suka. Lalu menyajikannya sesuai kepada kalangan siapa resensi itu ditujukan? Untuk siapa pula buku yang diulas itu ditujukan? Untuk kelompok kecil atau kelompok umum? Hingga di sini berarti kamu sudah sampai pada peresensian.
Langkah peningkatan
      Untuk membuat resensi buku yang lebih apik, pada latihan berikutnya kamu dapat mengusahakan resensimu lebih objektif. Penilaian diusahakan lebih tertuju pada apa yang ada di dalam buku, serta tidak begitu terpengaruh oleh penilaian dair orang lain. Lebih baik jika kamu memiliki pernyataan yang orisinal, mampu membandingkannya dengan buku penulisnya yang sebelumnya, jika memang ada.
    Yang penting bagi penulis resensi adalah menunjukkan kemampuannya dalam menunjukkan keutamaan dan kelemahan dari buku yang diresensi. Bukannya mengutak-atik pribadi penulisnya. Begitu pula mengecam tanpa alasan dan memuji tanpa alasan adalah adalah langkah yang keliru. Sebaiknya jika penulis resensi memuji atau mencela, maka harus dapat pula menyertakan alas an dan buktinya.
Kemampuan utama peresensi
Kemampuan dasar yang perlu dimiliki seorang penulis resensi buku di antaranya:
1. Memahami sepenuhnya tujuan pengarang buku. Hal ini dapat diketahui melalui kata pengantar atau pendahuluan buku. Kemudian dicari apakah tujuannya itu direalisasikan pada seluruh bagian buku atau tidak.
2.  Menyadari sepenuhnya tujuan meresensi, karena hal itu sangat menentukan corak resensi yang akan dibuat.
3. Memahami betul latar belakang pembaca yang akan menjadi sasaran: selera, tingkat pendidikan, asal kalangan, dan sebagainya. Resensi yang diperuntukan dimuat di media  lain yang berbeda segmen pembacanya.
4. Memahami karakteristik media massa cetak yang akan memuat resensi. Setiap media massa memiliki identitas termasuk visi dan misi. Dengan demikian, seorang penulis resensi akan mengetahui kebijakan dan resensi macam apa yang disukai redaksinya. Kesukaan tersebut dapat diketahui dari prekuensi jenis buku yang dimuat pada rubrik resensinya.
Teknik penyajian resensi buku
1.  Judul resensi
Judul resensi sebaiknya dibuat menarik serta benar-benar menjiwai seluruh tulisan atau inti tulisan. Ia tidak harus ditetapkan terlebih dulu, sebab ia dapat dibuat atau diperbarui setelah seluruh tulisan resensi selesai dibuat.
2.  Menyusun data buku
Data buku biasanya disusun sebagai berikut:
·         Judul buku (bila terjemahan, tulisa judul aslinya)
·         Penulis (jika terjemahan, baik juga ditulis penterjemahnya, editor atau penyuntingnya)
·         Penerbit,
·         Tahun terbit, beserta cetakannya
·         Tebal buku (berapa halaman)
·         ISBN (jika diperlukan)
·         Harga buku (jika diperlukan)
3.  Membuat lead (pembuka)
Pembuka dapat dimulai dengan:
·       Memperkenalkan siapa pengarangnya, karyanya berbentuk apa saja, dan prestasi apa     saja yang diperolehnya.
·         Membandingkan dengan buku sejenis yang sudah ditulis, baik yang ditulis oleh penulis buku tersebut maupun oleh penulis lain.
·         Memperkenalkan kekhasan penulisnya
·         Memaparkan keunikan buku
·         Merumuskan tema buku
·         Mengungkapkan kritik terhadap kelemahan buku
·         Mengungkapkan kesan terhadap buku
·         Memperkenalkan penerbit
·         Mengajukan pertanyaan
·         Membuka dialog
·         Snaper (kata singkat mengejutkan)
4.  Isi atau tubuh resensi
Isi atau tubuh resensi biasanya dapat dibangun oleh:
·         Sinopsis atau isi buku secara bernas dan kronologis
·         Ulangan singkat buku dengan kutipan secukupnya
·         Keunggulan buku
·         Kelemahan buku
·         Rumusan kerangka buku
·         Tinjauan bahasa
·         Tinjauan penulisan
5.  Penutup resensi buku
Bagian penutup resensi, biasanya berisi buku itu penting untuk siapa dan mengapa. Untuk siapa yang dimaksud menjelaskan kalangan pembaca yang mana, serta alasan pengkategorian tersebut.
Contoh resensi buku Klik Link di bawah ini
http://catatan-jumardi.blogspot.com/2012/04/bumn-untuk-kesejahteraan-rakyat.html






0 komentar:

Posting Komentar