Pages

My Slide

Cover Photos Slideshow: Ju’s trip from Medan, Sumatra, Indonesia to Pekanbaru was created by TripAdvisor. See another Pekanbaru slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.

Senin, 13 Februari 2012

BELAJAR KEPADA RABIH

Oleh: Jumardi

“Mengapa Rabih rela meninggalkan Hindun, istrinya, merasakan dingin, lapar, dan lelah, hanya karena memenuhi panggilan Rasululllah saw untuk ikut mempertahankan Madinah? Padahal Rabih baru empat hari menjadi pengantin. Baru saja melepaskan baju besinya setelah perang Badar dan Uhud. Rabih lagi mesranya bercumbu rayu bersama istrinya.”
***
Sengatan motivasi sekaligus inspirasi dari kisah yang menyejarah perang Ahzab atau Khandaq itu membangkitkan ghirah perjuangan dakwah. Kisah itu telah menyadarkan Ahmad dari khayalan dan lamunan palsunya, kefuturan jalan yang dilaluinya. Ia terkejut sekaligus terperanjat. Ruhiyahnya menanjak melewati derajat Sembilan puluh derajat Celsius. Emosi sekaligus benci atas kefuturannya sendiri.

Rabu, 01 Februari 2012

Menjadi Hafiz Qur`an

Oleh: Jumardi

Al-Quran adalah kitab suci yang dijamin oleh Allah swt. Keotentikannya. Ia adalah kitab yang terus dijaga dan diamalkan oleh hamba-hamba-Nya. Kitab yang Allah mudahkan mempelajari, memahami, dan menghafalkannya. Sebagaimana Allah berfirman dalam al-Quran;

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya­ (Q.S al-Hijr: 9)”

Ia adalah kitab yang barangsiapa berpegang teguh kepadanya niscaya tidak akan tersesat selama-lamanya, ia merupakan kitab pedoman yang pertama sebelum hadis atau sunnah Rasulullah saw. Oleh karenanya al-Qur`an menjadi kitab yang paling banyak dibaca dan dihafal oleh umat Islam, terutama dipondok-pondok tahfizh, tak terkecuali juga oleh siapapun dan dimanapun. Karena al-Qur`an adalah rahmat bagi seluruh alam, siapapun wajib menjaga dan mengamalkan al-Qur`an.

Senin, 26 Desember 2011

Meramal Kehidupan Sosial 50 Tahun mendatang


                Marcus Aurelus berkata : ”Waktu adalah sungai dari kejadian-kejadian yang telah berlalu, dan arusnya amatlah kuat. Dalam beberapa saat, sesuatu tampak mendekat, kemudian dihanyutkan oleh yang menggantikan tempatnya, dan yang ini akan dihanyutkan juga”.

                Meramal kehidupan social 50 tahun mendatang? Ya, dengan melihat realita kehidupan social pada saat ini; yang individualis, materialis, dan egois. Ini untuk kota-kota modern seperti London, Jepang, dan Amerika. Mungkin Indonesia juga.

                Pada awal 2006, seorang wanita paruh baya bernama Joyce Vincent ditemukan meninggal di apartemennya. Tidak ada yang luar biasa, kecuali bahwa ia meninggal lebih dari dua tahun dan televisinya masih menyala. Bagaimana ini bisa terjadi? Di mana semua orang? Jawabannya, tentu saja semua orang ada di tempat lain.

                Sebagaimana kebanyakan kota besar lainnya, London tidak lagi mempunyai keakraban antar tetangga. Kota itu mempunyai koleksi pribadi-pribadi yang semakin terasing, egois, dan hanya mementingkan diri sendiri. Tetangga hanya ada untuk diri mereka sendiri dan orang tidak lagi bertanya atau memberikan informasi secara suka rela. Pada masa ketika orang-orang semakin saling terhubung melalui internet, tidak ada lagi orang yang benar-benar mengenal orang lain.

Kamis, 15 Desember 2011

Kunci Pendidikan Berkualitas


Kemajuan suatu bangsa tidak terlepas dari pendidikan. Negara-negara yang maju pada dasarnya mempunyai mutu pendidikan yang berkualitas. Karena dari pendidikanlah seseorang menempa diri menjadi pemimpin masa depan. Karena pendidikanlah orang mahir dalam bidang yang digelutinya. Pendidikan itu sendiri tidak terlepas dari guru dan murid, orang tua dan murid, orang tua dan guru, sekolah dan masyarakat, sekolah dan pemerintah, dan tak lepas juga perguruan tinggi. Semua elemen tersebut adalah mata uang yang tidak boleh terpisahkan.

Namun, kita lihat kenyataan di lapangan semua elemen tersebut hubungannya tidak berjalan dengan baik. Maka tak heran ada sekolah yang bergerak sendiri, tanpa turut andil pemerintah, masyarakat sebagai lingkungan sekitar sekolah yang tidak sejalan, orang tua yang menyerahkan total pendidikan anaknya ke sekolah, atau juga guru yang hanya sekedar mengajar.

Dalam buku ini diungkap bahwa untuk mensukseskan pendidikan harusnya semua elemen yang berhubungan dengan pendidikan harus berkontribusi langsung. Bukan sekedar melepaskan kewajiban saja. Karena semua elemen tersebut sangat menentukan keberhasilan pendidikan untuk pendidikan yang berkualitas.

Sabtu, 19 November 2011

MENANGIS KARENA TANGIS


Jumardi

Saat-saat perpisahan air mata tumpah tanpa sengaja, atau sengaja. Saat muhasabah air mata pun mengaliri pipi wajah. Begitu juga dengan banyaknya cobaan yang menimpa, air mata kian tak terbendung. Tangis itu ada yang benar-benar karena haru, menyesal karena banyaknya kesalahan. Ada juga memang terbawa oleh tangis itu sendiri. 

Tangis karena menyesal atas banyaknya kesalahan itulah yang kita sebut dengan tangis orang yang bertaubat. Ia bertekad tidak mengulangi lagi kesalahan yang pernah ia lakukan untuk yang kedua kalinya. Sedang tangis karena terbawa tangis adalah tangisan karena memang suasananya atau lingkungan saat itu sangat mengharukan. Ia tertangis-tangis juga. Ini biasanya disaat menyaksikan acara perpisahan, atau kesedihan sebuah keluarga karena ada yang meninggal dunia.

Saya sering menyaksikan orang model kedua. Menangis karena tangis. Ini biasanya terjadi saat acara muhasabah, momen perpisahan, dan momen kematian. Adakah yang salah dengan model kedua ini? Sebenarnya tidak juga, walau ada. Tangisan seperti ini biasanya kesannya tidak terlalu lama, paling satu sampai dua hari saja. Setelah itu tinggal kenangan bahwa momen tersebut sangat mengharukan.
Ini berbeda dengan model pertama. Tangisan ini murni dari diri sendiri. Mungkin karena kesedihan yang sedang dialaminya. Karena penyesalan yang mendalam terhadap kesalahan-kesalahan yang dilakukannya. Model ini biasanya akan berkesan lama, sampai semua yang menjadi sebab tangisan itu tergantikan dengan kegembiraan.